Bersama Melki-Jhoni NTT Maju, Sehat, Cerdas, Sejahtera dan Berkelanjutan


KUPANG – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menyiapkan hadiah umrah gratis bagi kafilah NTT yang berhasil meraih juara pada Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXI Tingkat Nasional Tahun 2026 di Semarang, Jawa Tengah.
Janji tersebut disampaikan Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena saat melepas Kafilah NTT untuk mengikuti MTQ Nasional di Ruang Rapat Asisten Kantor Gubernur NTT, Kamis (3/9/2026).
Melki mengatakan, penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi Pemerintah Provinsi NTT atas kerja keras dan prestasi para peserta yang membawa nama daerah di tingkat nasional.
“Juara 1 atau juara 2 atau 3 nanti, yang bersangkutan kita kasih umrah gratis,” kata Melki.
Ia meminta para peserta tidak hanya mengejar prestasi, tetapi juga membawa nama baik NTT serta mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut Melki, MTQ bukan sekadar perlombaan untuk meraih juara. MTQ juga menjadi momentum untuk membumikan nilai-nilai Al-Qur’an, meningkatkan kecintaan terhadap Al-Qur’an, serta membangun generasi yang beriman, berakhlak mulia, berilmu dan memiliki integritas.
“Karena itu, keikutsertaan Kafilah Nusa Tenggara Timur pada MTQ XXXI Tingkat Nasional Tahun 2026 di Semarang, Provinsi Jawa Tengah, hendaknya tidak hanya dimaknai sebagai sebuah kesempatan untuk berkompetisi dan meraih prestasi,” ujarnya.
Melki juga mengajak seluruh masyarakat NTT untuk mendoakan para kafilah sekaligus masyarakat Flores yang masih menghadapi dampak gempa bumi.
“Karena itu, sebelum Kafilah Nusa Tenggara Timur berangkat membawa nama daerah ke tingkat nasional, mari kita titipkan pula dalam setiap doa kita saudara-saudara kita di Flores yang sedang menghadapi musibah,” katanya.
Ia berharap lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an yang dibawakan para peserta dapat menjadi bagian dari doa bagi masyarakat yang sedang menghadapi cobaan.
“Semoga ayat-ayat suci Al-Qur’an yang akan dilantunkan oleh anak-anak kita menjadi bagian dari doa yang mengetuk pintu langit, menghadirkan ketenangan bagi hati yang sedang berduka, dan menguatkan mereka yang sedang menghadapi cobaan,” lanjutnya.

Melki menegaskan, Pemerintah Provinsi NTT memberikan dukungan penuh kepada Kafilah NTT yang akan berlaga pada MTQ Nasional XXXI di Semarang pada 11-20 September 2026.
Menurutnya, keikutsertaan dalam MTQ merupakan bagian dari upaya membangun sumber daya manusia NTT yang tidak hanya unggul dalam pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga memiliki kekuatan iman, kedalaman spiritual, kemuliaan akhlak serta kepedulian terhadap sesama.
“Sebab, pembangunan manusia tidak cukup hanya membangun kecerdasan pikir, tetapi juga harus membangun kejernihan hati dan keluhuran budi,” tegasnya.
Melki berpesan agar para peserta membawa nama NTT dengan kehormatan sekaligus membawa doa dan harapan seluruh masyarakat NTT.
“Dan yang terpenting, bawalah Al-Qur’an tidak hanya dalam hafalan dan lantunan suara, tetapi juga dalam hati, akhlak, dan setiap tindakan,” katanya.
Sementara itu, Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Provinsi NTT H. Mohammad Ansor dalam laporannya menyampaikan, Kafilah NTT yang mengikuti MTQ Nasional berjumlah 81 orang, terdiri atas 36 peserta, enam pelatih, sembilan pendamping provinsi, dua official, serta 25 pendamping dari kabupaten/kota.
Para peserta akan mengikuti sejumlah cabang perlombaan, di antaranya Tartil Qur’an anak-anak putra dan putri, Tilawah Al-Qur’an anak-anak, remaja dan dewasa putra-putri, serta hafalan Al-Qur’an 1 juz, 5 juz dan 10 juz.
Selain itu, Kafilah NTT mengikuti cabang Fahmil Qur’an, Syarhil Qur’an dan Kaligrafi Al-Qur’an untuk putra dan putri.
Ansor menjelaskan, proses seleksi peserta telah dilakukan sejak Juli hingga Agustus 2026 melalui tahapan virtual yang kemudian dilanjutkan secara luring.
Kafilah NTT dijadwalkan berangkat menuju Surabaya dan menjalani masa persiapan di Asrama Haji Sukolilo. Selanjutnya, pada 10 September 2026, rombongan menuju Semarang untuk mengikuti rangkaian MTQ Nasional.
Pembukaan MTQ XXXI Tingkat Nasional Tahun 2026 dijadwalkan berlangsung pada 12 September 2026 di Lapangan Simpang Lima, Kota Semarang.
“Kafilah NTT dijadwalkan kembali ke Kupang pada 22 September 2026, atau dua hari setelah rangkaian MTQ Nasional berakhir,” ungkapnya.
Ansor juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi NTT atas dukungan terhadap pelaksanaan MTQ, termasuk dukungan anggaran bagi LPTQ dan keberangkatan Kafilah NTT ke tingkat nasional.
Anggota DPRD NTT tersebut menilai kehadiran Gubernur Melki dalam acara pelepasan memiliki arti penting. Menurutnya, pelepasan tersebut menjadi yang pertama kalinya Kafilah NTT untuk MTQ Nasional dilepas secara resmi oleh Gubernur NTT.
“Kami bangga dan berterima kasih kepada Pak Gubernur Melki yang berkenan melepas peserta MTQ asal NTT. Dan ini yang pertama kali dilepas oleh Gubernur dalam acara resmi,” kata politisi Golkar tersebut.(*)