Menu

Bersama Melki-Jhoni NTT Maju, Sehat, Cerdas, Sejahtera dan Berkelanjutan

Penjelasan Program 7 Pilar

Pilar # 1 - Ekonomi Berkelanjutan
  1. Memajukan sektor pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, dan kelautan, sebagai sektor unggulan yang berkelanjutan dan berbasis potensi daerah:
    • Membangun pola usaha ramah lingkungan dengan memperhatikan standar produktivitas tinggi (termasuk pertanian organik) dan mengoptimalkan produk lokal.
    • Mengembangkan teknologi pascapanen dan produk olahan untuk meningkatkan nilai tambah produk BUMDes dan masyarakat.
  1. Mengakselerasi program penciptaan lapangan kerja dan wirausaha baru serta peningkatan kapasitas wirausaha.
  1. Memperkuat ekowisata, geowisata, geopark, dan wisata budaya berbasis komunitas, meningkatkan jati diri dan persona NTT ke dunia (Wisata NTT, Warisan Budaya).
  1. Memastikan seluruh masyarakat NTT yang bekerja terdaftar dalam BPJS Ketenagakerjaan.
  1. Mengembangkan ekonomi kreatif untuk meningkatkan nilai tambah produk lokal, khususnya oleh anak muda milenial dan perempuan:
    • Memberdayakan generasi muda dan perempuan melalui pelatihan sebagai bagian dari program pengembangan kapasitas.
    • Menyusun rencana promosi dan strategi campaign sebagai salah satu upaya untuk memperkenalkan produk lokal.
  1. Menciptakan ekosistem yang mendukung usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berbasis potensi desa:
    • Meningkatkan aksesibilitas modal dengan kerja sama dengan bank-bank untuk pemberian KUR dan Kredit Mikro.
    • Mendorong pelatihan manajemen usaha dan pemasaran untuk pengembangan kapasitas pelaku UMKM.
  1. Digitalisasi, kolaborasi, dan revitalisasi koperasi menuju kemandirian ekonomi:
    • Mendorong koperasi untuk beradaptasi dengan teknologi digital dalam pengelolaan operasional dan peningkatan kapasitas.
  1. Membangun jalan, sumber daya air, ketersediaan air minum bersih, kelistrikan, dan rumah layak huni dengan partisipasi bersama, penerapan infrastruktur hijau dan biru (green and blue infrastructure), serta pertimbangan resiliensi bencana dan perubahan iklim:
    • Memperkuat jaringan transportasi dan aksesibilitas antar wilayah.
    • Meningkatkan kualitas pelayanan publik terkait layanan dasar, seperti air bersih dan sanitasi, serta perumahan.
  1. Pembangunan infrastruktur digital untuk memperluas akses internet dan komunikasi:
    • Mengoptimalkan penggunaan teknologi informasi dalam pelayanan publik.
    • Mendorong pengembangan infrastruktur digital di daerah terpencil.
  1. Meningkatkan kualitas layanan transportasi publik guna meningkatkan konektivitas antar wilayah:
    • Mengembangkan sistem transportasi yang terintegrasi dan berkelanjutan.
    • Menyediakan aksesibilitas yang lebih baik untuk masyarakat di daerah terpinggirkan.
  1. Pencegahan dan percepatan penurunan stunting dengan pendekatan pentahulier:
    • Memperkuat peran Posyandu menjadi “Posyandu tangguh” sebagai pos komando masalah gizi dan pemberantasan stunting.
    • Memaksimalkan Puskesmas sebagai ujung tombak dalam deteksi dini stunting.
  1. Peningkatan Infrastruktur di fasilitas layanan kesehatan:
    • Meningkatkan aksesibilitas dan kualitas pelayanan kesehatan di berbagai fasilitas kesehatan.
  1. Memastikan seluruh masyarakat NTT sebagai peserta aktif BPJS Kesehatan:
    • Mengedukasi masyarakat tentang pentingnya kepesertaan dalam program BPJS Kesehatan, terutama di daerah terpencil.
  1. Pengembangan sistem data dan peningkatan kualitas SDM Kesehatan:
    • Meningkatkan pelatihan dan pendidikan bagi tenaga kesehatan untuk meningkatkan kualitas pelayanan.
  1. Peningkatan dan pemetaan infrastruktur pendidikan berkualitas:
    • Melakukan pemerataan dan tindak lanjut pada titik lokasi pendaftar pendidikan.
    • Melakukan evaluasi dan revitalisasi sarana prasarana pendidikan untuk mendukung kualitas pendidikan.
  1. Insentif pendidikan bagi siswa/mahasiswa berprestasi kurang mampu serta tenaga pendidik di daerah perifier:
    • Menyediakan insentif bagi siswa dan mahasiswa berprestasi untuk mendorong mereka melanjutkan pendidikan.
    • Memberikan pelatihan dan insentif bagi tenaga pendidik untuk meningkatkan kualitas pengajaran.
  1. Membentuk sekolah vokasi unggulan berbasis potensi daerah (“Sekolah Vokasi untuk Masa Depan”):
    • Mengembangkan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan industri dan potensi daerah.
    • Menjalin kerja sama dengan dunia usaha untuk program magang dan pelatihan.
  1. Mengoptimalkan penggunaan teknologi untuk pembelajaran formal dan non-formal (“NTT Go Digital”):
    • Memperkuat akses terhadap teknologi informasi dan komunikasi serta layanan digital untuk pembelajaran
 
  1. Mentransformasi pelayanan publik menjadi lebih transparan, efisien, profesional, proaktif, dan melayani:
    • Meningkatkan birokrasi pelayanan dan penguatan sistem informasi pelayanan.
    • Mengembangkan standar layanan pendaftaran dan pelayanan publik.
    • Menyediakan saluran pengaduan yang cepat dan responsif untuk masyarakat.
  1. Memperkuat sumber pendapatan daerah:
    • Meningkatkan pengelolaan dan akuntabilitas pajak daerah.
    • Menggali potensi sumber daya lokal untuk meningkatkan pendapatan asli daerah.
  1. Meningkatkan kesejahteraan Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai salah satu penggerak ekonomi:
    • Menyediakan pelatihan dan pengembangan kapasitas bagi ASN untuk meningkatkan kinerja.
    • Meningkatkan kesejahteraan dan tunjangan bagi ASN dalam bentuk insentif, honorarium, dan TPP (Tunjangan Perbaikan Penghasilan).
  1. Meningkatkan keamanan daerah dan melindungi hak – hak masyarakat, khususnya kelompok rentan dengan partisipasi aktif masyarakat dalam kerja sama lintas sektor:
    • Membentuk jaringan kerja sama antara pemerintah daerah, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya untuk menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.
    • Memberikan edukasi kepada masyarakat tentang hak – hak mereka serta memahami perilaku pengaduan.
    • Membentuk jujukan tempat pelaporan terhadap kekerasan dan pelanggaran hak, menyediakan layanan konsultasi dan hukum.
    • Memastikan tersedianya sebu program bantuan sosial (bansos) Pemerintah pusat dan daerah secara berkelanjutan kepada masyarakat miskin, kaum disabilitas, dan lansia.
       
       
       
  1. Melibatkan dan mengoptimalkan kontribusi diaspora dan potensi “Keluarga Besar NTT” untuk membangun daerah:
    • Mengajak seluruh Keluarga Besar NTT, baik yang tinggal di dalam maupun luar daerah, berkontribusi dalam pembangunan daerah (Kampanye “Ayo Bangun NTT”).
    • Mengembangkan program “Bale Pulang” (Rumah Pangkuan) untuk menjadikan diaspora sebagai jembatan dalam penyebaran informasi dan potensi lokal NTT.
    • Membentuk kolaborasi antara diaspora dan pemerintah daerah dalam program “Satu Dinas Satu Kolaborasi”.
  1. Mengkoordinasikan dan menyelaraskan seluruh program pemerintah kabupaten/kota serta CSO/NGO untuk pembangunan di Provinsi NTT:
    • Membentuk jaringan antara Pemerintah Daerah dengan “Sekretariat Bersama Ayo Bangun NTT”.

Kabar Melki-Jhoni

Diaspora NTT Jabodetabek Dukung Melki-Johni di Pilgub 2024, Ini Alasannya

Diaspora NTT Jabodetabek Dukung Melki-Johni di Pilgub 2024, Ini Alasannya

Jakarta, RNC – Diaspora NTT Jabodetabek menyatakan dukungan penuh terhadap Emanuel Melkiades Laka Lena...

Baca selengkapnya
Profil dan Rekam Jejak Cagub NTT Nomor Urut 2 Melki-Joni

Profil dan Rekam Jejak Cagub NTT Nomor Urut 2 Melki-Joni

Kupang – Pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel...

Baca selengkapnya
Platform Digital Meja Rakyat, Cara Cerdas Melki-Johni Dekatkan Pelayanan ke Masyarakat NTT

Platform Digital “Meja Rakyat”, Cara Cerdas Melki-Johni Dekatkan Pelayanan ke Masyarakat NTT

Kupang, KN – Calon gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena mengatakan ia akan lebih banyak...

Baca selengkapnya