Bersama Melki-Jhoni NTT Maju, Sehat, Cerdas, Sejahtera dan Berkelanjutan


KUPANG – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (Pemprov NTT) menyiapkan dukungan modal sebesar Rp100 juta bagi setiap desa yang siap mengembangkan dan memproduksi produk unggulan daerah. Program ini menjadi bagian dari upaya mendorong kemandirian ekonomi desa sekaligus memperkuat hilirisasi produk lokal NTT.
Hal tersebut disampaikan Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena saat menghadiri peluncuran produk UMKM dan kampanye kesehatan masyarakat di Desa Lifuleo, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, Selasa (11/8).
Dalam kesempatan tersebut, Melki meninjau langsung sejumlah produk unggulan masyarakat, di antaranya Selai Kacang Tuadale dan Cookies Tuadale. Ia menegaskan, dana Rp100 juta yang disiapkan Pemprov NTT bukan untuk sekadar dihabiskan, tetapi harus dikelola sebagai modal usaha yang mampu terus berputar dan menghasilkan keuntungan.
“Tapi saya ingin tegaskan: Rp100 juta ini bukan uang yang habis dibelanjakan. Ini modal yang harus hidup,” tegas Melki.

Menurutnya, bantuan tersebut harus digunakan untuk membangun rantai usaha secara berkelanjutan, mulai dari pengolahan bahan baku, produksi, pengemasan, pengurusan perizinan, hingga pemasaran.
Melki mendorong setiap desa penerima program agar mampu menghasilkan produk yang memiliki kualitas, nilai tambah, dan daya saing sehingga dapat dipasarkan lebih luas.
Ia juga menekankan pentingnya memperkuat ekosistem ekonomi lokal agar masyarakat NTT tidak terus bergantung pada produk dari luar daerah.
“Kita terlalu lama menjadi pasar bagi produk dari luar. Sekarang waktunya NTT memproduksi, NTT membeli, dan uangnya berputar di NTT,” ujarnya.
Peluncuran produk UMKM di Desa Lifuleo diawali dengan prosesi penjemputan adat, tabuhan gong tradisional, serta peragaan tari daerah oleh para remaja desa. Kegiatan tersebut turut dihadiri masyarakat dan jajaran pemerintah daerah sebagai bagian dari upaya memperkuat peran UMKM dan potensi ekonomi desa di NTT.(*)