Menu

Bersama Melki-Jhoni NTT Maju, Sehat, Cerdas, Sejahtera dan Berkelanjutan

Pemprov NTT Lanjutkan Penanganan Jalan Bondokodi–Waitabula, Anggaran Rp8,39 Miliar untuk Perkuat Konektivitas Sumba Barat Daya

KUPANG – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) di bawah kepemimpinan Gubernur Melki Laka Lena dan Wakil Gubernur Johni Asadoma terus mendorong pembangunan infrastruktur jalan sebagai bagian dari penguatan konektivitas wilayah dan peningkatan aktivitas sosial ekonomi masyarakat.

Infrastruktur jalan yang memadai menjadi salah satu faktor penting dalam membuka akses antarwilayah, memperlancar mobilitas masyarakat, serta mendukung distribusi barang dan jasa di berbagai daerah, termasuk Pulau Sumba.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, pada Tahun Anggaran 2026 Pemerintah Provinsi NTT kembali mengalokasikan anggaran sebesar Rp8,39 miliar untuk melanjutkan penanganan ruas jalan Bondokodi–Waitabula di Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD). Hingga saat ini, pekerjaan fisik pada ruas tersebut telah mencapai progres 22,35 persen.

Penanganan ruas jalan tersebut dilaksanakan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi NTT sebagai bagian dari program peningkatan kualitas infrastruktur jalan daerah.

Segmen yang menjadi fokus pekerjaan meliputi kawasan Hutan Jati Roko Raka, Desa Mangganipi, Desa Kapaka Madeta, Desa Hamongolele, hingga Desa Bondokodi. Sebelumnya, penanganan pada segmen Kampung Benak telah dilakukan melalui Tahun Anggaran 2025.

Kepala Dinas PUPR Provinsi NTT Benyamin Nahak mengatakan, pekerjaan penanganan long segment ruas Bondokodi–Waitabula memiliki nilai kontrak sebesar Rp8.392.756.000.

“Pekerjaan ini dilaksanakan oleh CV Laksman dengan pengawasan konsultan supervisi PT Dwipa Mitra,” ujar Benyamin.

Ia menjelaskan, lingkup pekerjaan pada ruas tersebut mencakup rekonstruksi jalan sepanjang 1.635 meter atau 1,635 kilometer dan pekerjaan berkala sepanjang 1.383 meter atau 1,383 kilometer. Total panjang penanganan mencapai 3,018 kilometer.

“Progres fisik pekerjaan saat ini telah mencapai 22,35 persen dan ditargetkan selesai sesuai jadwal kontrak pada Desember 2026,” katanya.

Menurut Benyamin, peningkatan ruas Bondokodi–Waitabula diharapkan mampu memberikan dampak langsung bagi masyarakat, terutama dalam memperlancar akses transportasi, meningkatkan konektivitas antarwilayah, serta mendukung kegiatan ekonomi di Kabupaten Sumba Barat Daya.

Selain mendukung mobilitas masyarakat, perbaikan jalan tersebut juga diharapkan dapat memperkuat akses menuju berbagai layanan publik serta mendukung pengembangan sektor ekonomi dan pariwisata di kawasan yang dilalui ruas jalan tersebut.

DPRD NTT Apresiasi Perhatian Pemprov terhadap Jalan Bondokodi–Waitabula

Anggota DPRD Provinsi NTT Fraksi Golkar daerah pemilihan Sumba, Anton Mahemba, mengapresiasi perhatian Pemerintah Provinsi NTT terhadap keberlanjutan pembangunan ruas jalan Bondokodi–Waitabula.

Menurut Anton, ruas tersebut memiliki peran strategis karena menjadi jalur utama masyarakat di wilayah empat kecamatan Kodi.

Saat melakukan monitoring pekerjaan pada 27 Agustus 2026 bersama Anggota DPRD Kabupaten Sumba Barat Daya Heri Pemu Dadi, tokoh masyarakat, pengawas, dan konsultan, Anton menyampaikan bahwa ruas tersebut merupakan salah satu akses penting bagi masyarakat.

“Ruas ini merupakan akses utama masyarakat dan menjadi urat nadi ekonomi serta pariwisata masyarakat di empat kecamatan Kodi,” ujar Anton.

Ia mengatakan, pada Tahun Anggaran 2026 Pemerintah Provinsi NTT kembali melanjutkan pekerjaan pada sejumlah segmen yang mengalami kerusakan berat, mulai dari kawasan Hutan Jati Roko Raka, Desa Mangganipi, Desa Kapaka Madeta, Desa Hamongolele hingga Desa Bondokodi.

“Sebelumnya pada Tahun Anggaran 2025, segmen Benak sudah dikerjakan pada ruas ini,” jelasnya.

Anton menyebut pembangunan infrastruktur jalan dilakukan secara bertahap mengingat keterbatasan anggaran pemerintah daerah.

“Pengerjaan ini tentu dilakukan secara bertahap karena anggaran yang terbatas akibat efisiensi anggaran. Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi NTT, khususnya Bapak Gubernur Melki Laka Lena, yang telah mendukung pengerjaan jalan ruas Bondokodi–Waitabula,” katanya.

Pemerintah Provinsi NTT menegaskan bahwa pembangunan dan peningkatan infrastruktur jalan akan terus dilakukan secara bertahap sesuai perencanaan dan kemampuan anggaran daerah, dengan tujuan memperkuat konektivitas antarwilayah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (*)