Menu

Bersama Melki-Jhoni NTT Maju, Sehat, Cerdas, Sejahtera dan Berkelanjutan

Gubernur NTT Serahkan 8 Mesin Jahit Industri kepada Kelompok Tenun TTU untuk Dorong Hilirisasi Produk Lokal

TTU – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena menyerahkan bantuan 8 unit mesin jahit tipe industri kepada 8 kelompok tenun di Desa Noebaun, Kecamatan Noemuti, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Senin (21/9/2026) sore. Bantuan tersebut merupakan bagian dari kegiatan intervensi perangkat daerah (Program Dasa Cita Ayo Bangun NTT) yang diarahkan untuk memperkuat hilirisasi produk lokal dan pengembangan OVOP (One Village One Product) melalui peningkatan kapasitas pelaku usaha tenun.

Penyerahan bantuan tersebut dilakukan dalam rangkaian kegiatan pelatihan pembuatan tas dan aksesoris berbahan dasar tenun NTT yang diselenggarakan oleh Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Provinsi NTT, serta dirangkaikan dengan kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi masyarakat Desa Noebaun.

Gubernur NTT Melki Laka Lena dalam sambutannya mengatakan bahwa bantuan mesin jahit industri tersebut bukan sekadar pemberian peralatan produksi, tetapi merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memastikan potensi lokal masyarakat dapat dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.

“Yang kita dorong adalah bagaimana bahan yang ada di daerah bisa diolah menjadi produk yang memiliki nilai lebih. Karena itu, saya mengajak seluruh OPD merumuskan potensi yang bisa dikembangkan di masing-masing kabupaten/kota,” jelas Gubernur Melki.

Menurutnya, NTT memiliki banyak potensi lokal yang dapat dikembangkan melalui proses hilirisasi. Salah satunya adalah tenun daerah yang tidak hanya menjadi produk budaya, tetapi juga dapat diolah menjadi berbagai produk kreatif seperti tas, dompet, dan aksesoris dengan nilai jual yang lebih tinggi.

Ia menjelaskan, pemerintah provinsi terus mendorong keterlibatan para pelaku usaha, khususnya kelompok mama-mama pengrajin, agar mampu meningkatkan keterampilan, memperbesar kapasitas produksi, serta menciptakan produk yang mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

“Tenun tidak hanya berhenti sebagai kain, tetapi harus dikembangkan menjadi produk turunan yang memiliki nilai tambah dan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya.

Gubernur Melki berharap bantuan mesin jahit industri dan pelatihan yang diberikan dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh kelompok penerima manfaat. Dengan dukungan peralatan yang lebih baik, masyarakat diharapkan mampu meningkatkan kualitas produksi dan menghasilkan produk unggulan desa.

Produk-produk tersebut, lanjutnya, akan didorong untuk dapat dipasarkan melalui NTT Mart serta didukung dengan strategi pemasaran digital yang sedang dikembangkan Pemerintah Provinsi NTT agar produk lokal semakin dikenal oleh masyarakat luas.

“TTU memiliki kualitas UMKM yang sangat baik. Saya berharap pelatihan ini menjadi bekal dan pengalaman bagi mama-mama untuk meningkatkan produksi, menciptakan nilai tambah, dan dapat memasarkan produk di NTT Mart maupun ke pasar yang lebih luas,” harapnya.

Sementara itu, Wakil Bupati TTU Kamillus Elu dalam sekapur sirihnya menyampaikan bahwa Kabupaten TTU memiliki potensi ekonomi yang besar, namun masih membutuhkan penguatan dan pemberdayaan agar dapat berkembang secara optimal.

Ia mengajak para penerima bantuan untuk menggunakan mesin jahit tersebut secara produktif sebagai sarana meningkatkan produksi dan kesejahteraan keluarga.

“Bantuan ini jangan hanya disimpan, tetapi dimanfaatkan untuk meningkatkan produksi, membuka peluang usaha, dan menambah pendapatan keluarga,” ujarnya.

Kamillus juga berharap pengembangan produk berbasis potensi lokal dapat terus dilakukan sehingga ke depan masyarakat TTU mampu menghasilkan produk unggulan yang memiliki daya saing dan mendapatkan dukungan lebih lanjut dari pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat.

Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Provinsi NTT, Selfi H. Nangge, dalam laporannya menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari semangat “Ayo Bangun NTT” dalam mendukung pelaksanaan Program Dasa Cita, Cek Kesehatan Gratis (CKG), serta pengembangan OVOP (One Village One Product).

Menurutnya, pelatihan pembuatan tas dan aksesoris berbahan tenun NTT yang menghadirkan instruktur dari Kota Kupang diharapkan mampu meningkatkan keterampilan dan kreativitas masyarakat Desa Noebaun.

“Kami tentu berharap pelatihan ini dapat meningkatkan keterampilan dan kreativitas masyarakat Desa Noebaun, sekaligus membuka peluang usaha dan menambah pendapatan keluarga. Produk yang dihasilkan juga diharapkan menjadi produk unggulan desa yang dapat dipasarkan melalui NTT Mart,” ujar Selfi.

Salah satu penerima manfaat, Ibu Tika To, menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemerintah Provinsi NTT melalui kegiatan tersebut. Menurutnya, bantuan dan pelatihan yang diberikan sangat membantu masyarakat dalam mengembangkan kembali potensi tenun yang selama ini telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat setempat.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan sehingga masyarakat semakin mampu mengolah potensi lokal menjadi produk bernilai ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk nyata komitmen Pemerintah Provinsi NTT dalam menghadirkan pembangunan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, khususnya melalui peningkatan keterampilan, produktivitas, penguatan UMKM, pengembangan produk unggulan daerah, serta kemandirian ekonomi masyarakat desa.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati TTU Kamillus Elu, Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Provinsi NTT Selfi H. Nangge, Kepala Biro Administrasi Pimpinan Abrianto Kore, para pejabat pimpinan tinggi pratama lingkup Pemerintah Kabupaten TTU, Camat Noemuti, Kepala Desa Noebaun, serta masyarakat Desa Noebaun.(*)