Menu

Bersama Melki-Jhoni NTT Maju, Sehat, Cerdas, Sejahtera dan Berkelanjutan

Gubernur Melki Kawal Pembangunan 15.376 Rumah di NTT, Pastikan Huntap Lewotobi Segera Terwujud

Kupang – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena memastikan Pemerintah Provinsi NTT akan mengawal percepatan pembangunan dan peningkatan kualitas 15.376 unit rumah melalui Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) tahun 2026, sekaligus memastikan dukungan pembangunan 244 unit Hunian Tetap (Huntap) senilai sekitar Rp80 miliar bagi penyintas erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur dapat segera direalisasikan.

Komitmen tersebut disampaikan Gubernur Melki saat mengikuti Rapat Koordinasi Percepatan Program Bedah Rumah yang digelar Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Republik Indonesia secara daring, Kamis (17/9/2026) malam. Rapat tersebut dipimpin langsung Menteri PKP Muruar Sirait untuk mengevaluasi sekaligus mempercepat pelaksanaan program perumahan di berbagai daerah.

Dalam rapat itu, Gubernur Melki menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi NTT akan memperkuat koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota serta Kementerian PKP agar peningkatan alokasi bantuan perumahan tahun 2026 benar-benar memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Terima kasih banyak, Pak Menteri, untuk perhatian yang tidak henti-hentinya bagi kami di NTT. Kami akan memastikan program ini dikawal bersama agar tepat sasaran dan segera dirasakan masyarakat,” ujar Melki.

Berdasarkan laporan Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman Nusa Tenggara II (Balai P3KP Nusa Tenggara II), Soemin Kase, alokasi BSPS untuk NTT mengalami peningkatan signifikan. Jika pada tahun 2025 NTT memperoleh alokasi sebanyak 436 unit rumah, maka pada tahun 2026 jumlah tersebut meningkat menjadi 15.376 unit rumah untuk mendapatkan dukungan peningkatan kualitas menuju rumah layak huni.

Menteri PKP Muruar Sirait meminta Pemerintah Provinsi NTT dan pemerintah kabupaten/kota untuk memberikan perhatian serius terhadap pelaksanaan program tersebut agar seluruh kuota yang telah dialokasikan dapat dimanfaatkan secara optimal.

“Mohon atensinya, Pak Gubernur, agar ini dikawal betul. Kami ingin sekali membantu rakyat NTT dan kami sangat semangat untuk itu,” kata Muruar.

Selain mengawal program BSPS, Gubernur Melki juga memastikan percepatan pembangunan Hunian Tetap (Huntap) bagi masyarakat terdampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki menjadi perhatian Pemerintah Provinsi NTT.

Dalam rapat tersebut, Menteri PKP menyampaikan bahwa Pemerintah Pusat telah menyiapkan dukungan anggaran sekitar Rp80 miliar untuk pembangunan 244 unit Huntap bagi para penyintas erupsi Lewotobi Laki-laki yang hingga kini masih menempati Hunian Sementara (Huntara).

Gubernur Melki menyatakan Pemprov NTT akan segera menyelesaikan aspek teknis yang menjadi kewenangan daerah, terutama terkait kesiapan lokasi dan kebutuhan pendukung pembangunan Huntap.

“Terkait urusan Hunian Tetap para penyintas erupsi Lewotobi di Flores Timur, kami akan segera merapikan aspek teknis di daerah yang menjadi tugas dan tanggung jawab kami,” tegas Melki.

Menurut Gubernur Melki, dukungan Pemerintah Pusat melalui peningkatan alokasi BSPS dan pembangunan Huntap menjadi langkah penting dalam mempercepat pemulihan masyarakat NTT, khususnya mereka yang terdampak bencana.

Pemerintah Provinsi NTT, lanjutnya, akan memastikan koordinasi lintas sektor terus berjalan sehingga program perumahan tidak hanya berhenti pada tahap perencanaan dan alokasi anggaran, tetapi benar-benar terwujud menjadi hunian yang layak, aman, dan bermanfaat bagi masyarakat.(*)