Menu

Bersama Melki-Jhoni NTT Maju, Sehat, Cerdas, Sejahtera dan Berkelanjutan

Presiden Prabowo Respons Permintaan Gubernur NTT, Siapkan Feri untuk Rute Sikka–Palue

Presiden Prabowo Subianto merespons permintaan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena untuk menambah kapal feri yang melayani rute Sikka–Palue. Kapal feri tambahan disiapkan untuk dikirim dari Surabaya pada Selasa (8/9/2026).

Permintaan tersebut disampaikan Laka Lena saat mengikuti rapat terbatas penanganan gempa bumi Flores yang dipimpin Presiden Prabowo dari Istana Merdeka, Jakarta, Senin (7/9/2026). Rapat digelar melalui konferensi video dan diikuti jajaran kabinet serta kepala daerah terkait.

Dalam rapat tersebut, Laka Lena menyampaikan bahwa Pulau Palue, Kabupaten Sikka, merupakan salah satu wilayah yang terdampak gempa Flores dan membutuhkan dukungan transportasi untuk memperlancar mobilisasi masyarakat serta bantuan.

“Di Pulau Palue, salah satu pulau yang paling terdampak gempa Flores, salah satu rutenya ada kapal feri. Namun, kapal feri tersebut akan naik dok dan kita tidak mendapatkan kapal feri kosong untuk melayani Pulau Palue,” kata Laka Lena.

Ia kemudian meminta Presiden agar pemerintah pusat menyiapkan satu kapal feri pengganti sehingga pelayanan rute Sikka–Palue tetap berjalan.

Presiden Prabowo langsung menanyakan waktu kapal feri yang selama ini melayani rute tersebut akan menjalani docking.

“Kalau bisa segera diganti, bagus,” ujar Prabowo.

Menanggapi permintaan tersebut, Menteri Perhubungan menyampaikan bahwa pemerintah telah menyiapkan kapal feri pengganti. Kapal tersebut, kata dia, baru selesai menjalani docking dan akan dikirim dari Surabaya pada Selasa (8/9/2026).

“Sudah kami siapkan. Per tanggal delapan besok akan kami kirimkan kapal feri tersebut ke lokasi seperti permintaan Gubernur,” kata Menteri Perhubungan.

Presiden kemudian memastikan kapal tersebut merupakan armada milik PT ASDP Indonesia Ferry. Menteri Perhubungan membenarkan hal tersebut.

Kebutuhan Tenda dan Pendidikan

Selain persoalan transportasi laut, Laka Lena dalam rapat tersebut juga menyampaikan kebutuhan tambahan tenda untuk mendukung kegiatan belajar-mengajar di jenjang SD, SMP, dan SMA di wilayah terdampak.

Ia mengatakan sejumlah perguruan tinggi yang terdampak gempa juga mulai kembali menjalankan aktivitas perkuliahan. Laka Lena mengapresiasi dukungan pemerintah pusat, khususnya Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, dalam memberikan relaksasi biaya pendidikan bagi masyarakat terdampak.

Relaksasi tersebut mencakup uang kuliah tunggal (UKT) bagi mahasiswa serta biaya pendidikan bagi siswa SD, SMP, dan SMA.

Laka Lena juga meminta dukungan bagi relawan dan tenaga kesehatan (nakes), antara lain berupa vitamin dan layanan trauma healing. Ia turut mendorong penguatan sarana transportasi, termasuk pesawat dan kapal, untuk mempercepat mobilisasi dalam penanganan bencana.

Selain itu, Gubernur NTT meminta adanya relaksasi bagi masyarakat terdampak yang belum mampu memenuhi kewajiban kredit kepada perbankan, lembaga keuangan nonbank, maupun koperasi.

Tanggap Darurat Berjalan Lancar

Dalam rapat tersebut, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto melaporkan bahwa penanganan tanggap darurat gempa Flores hingga sekitar hari ke-23/24 pascabencana berjalan lancar.

Salah satu indikatornya adalah tidak adanya tambahan korban jiwa akibat gempa susulan.

“Kesimpulannya, Bapak Presiden, menurut kami BNPB hingga hari ke-24 atau ke-23 pascabencana, kegiatan tanggap darurat berjalan lancar,” kata Suharyanto.

Menurut Suharyanto, distribusi bantuan logistik juga tidak mengalami kendala berarti. Kebutuhan masyarakat dipantau secara berjenjang mulai dari RT, RW, desa, hingga kecamatan untuk kemudian dipenuhi melalui posko-posko logistik.

Sejumlah kebutuhan dasar, seperti listrik, komunikasi, BBM, air bersih, akses jalan, kesehatan, dan pendidikan, secara umum telah kembali berfungsi. Warga yang rumahnya mengalami kerusakan ringan dan sedang juga mulai kembali ke kediaman masing-masing.

“Pasar-pasar ini sudah ramai, acara-acara keagamaan juga sudah berlangsung, termasuk acara-acara pernikahan, acara-acara sosial masyarakat ini juga sudah kembali pulih,” ujar Suharyanto.(*)