Bersama Melki-Jhoni NTT Maju, Sehat, Cerdas, Sejahtera dan Berkelanjutan


Presiden Prabowo Subianto merespons permintaan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena terkait tambahan tenda untuk ruang belajar sementara di sekolah-sekolah terdampak gempa Flores. Presiden meminta pemerintah daerah segera menyampaikan rincian kebutuhan tenda tersebut.
Permintaan itu disampaikan Laka Lena saat mengikuti rapat terbatas penanganan bencana yang dipimpin Presiden Prabowo dari Istana Merdeka, Jakarta, Senin (7/9/2026). Rapat dihadiri anggota kabinet dan sejumlah kepala daerah secara virtual.
Dalam rapat tersebut, Laka Lena melaporkan bahwa kegiatan belajar-mengajar di sejumlah wilayah terdampak telah kembali berjalan secara terbatas, terutama bagi siswa kelas akhir. Namun, kebutuhan ruang belajar sementara masih menjadi perhatian pemerintah daerah.
“Memang belum semua, tapi sudah mulai dilakukan dan saat ini sudah kita kerjakan,” kata Laka Lena.
Ia kemudian menyampaikan bahwa pemerintah daerah masih membutuhkan tambahan tenda untuk mendukung kegiatan belajar-mengajar di tingkat SD, SMP, dan SMA.
“Masih banyak sekali yang kami membutuhkan tenda-tenda, seperti di kesehatan yang bisa dipakai tenda lapangan untuk sekolah,” ujar Laka Lena.
Menanggapi permintaan tersebut, Presiden Prabowo menanyakan jumlah tenda yang dibutuhkan.
“Ya berapa tenda yang Anda butuh?” tanya Prabowo.
Laka Lena menjawab, kebutuhan tambahan tenda diperkirakan hampir 10.000 unit.
“Kurang lebih hampir-hampir 10.000,” kata Laka Lena.
Ia menjelaskan, tenda tersebut akan digunakan untuk seluruh satuan pendidikan dasar dan menengah, mulai dari SD, SMP, hingga SMA. Fasilitas itu diharapkan dapat mendukung keberlanjutan kegiatan belajar-mengajar setelah masa tanggap darurat berakhir.
“10.000 tenda yang untuk bisa dipakai untuk semua satuan pendidikan dasar, SD, SMP, SMA,” ujarnya.
Presiden Prabowo kemudian meminta pemerintah daerah menyiapkan rincian kebutuhan tenda, termasuk ukuran dan spesifikasinya.
“Baik, nanti kasih rinciannya ya. Siap tenda ukuran berapa dan sebagainya,” kata Prabowo.
“Siap, Pak,” jawab Laka Lena.
Penanganan Kesehatan dan Pendidikan
Dalam laporannya, Laka Lena menyampaikan bahwa seluruh puskesmas dan rumah sakit yang terdampak telah mendapatkan dukungan penanganan kesehatan. Fasilitas kesehatan yang rusak juga dibantu dengan tenda, genset, dan berbagai peralatan agar pelayanan tetap dapat dilakukan di luar bangunan.
“Untuk seluruh puskesmas dan rumah sakit yang terdampak, semua sudah mendapatkan kesehatan. Dan yang rusak itu dibantu tenda, genset, dan berbagai alat untuk dilakukan penanganan di luar,” katanya.
Selain pendidikan dasar dan menengah, Laka Lena menyebut sejumlah kampus terdampak juga mulai kembali beraktivitas. Ia menyampaikan apresiasi atas komitmen Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah serta Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi terkait relaksasi biaya pendidikan bagi siswa dan mahasiswa terdampak.
Relaksasi tersebut mencakup uang kuliah tunggal (UKT) bagi mahasiswa serta biaya pendidikan bagi siswa SD, SMP, dan SMA.

Presiden Pantau Penanganan Bencana
Rapat terbatas tersebut digelar untuk memantau perkembangan penanganan bencana di sejumlah daerah, termasuk gempa bumi di Flores, erupsi Gunung Anak Krakatau, serta kebakaran hutan dan lahan.
“Saya hanya ingin monitor gimana perkembangan, sekaligus mendengar situasi yang terkini,” ujar Prabowo.
Dalam rapat itu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto melaporkan bahwa penanganan tanggap darurat gempa Flores hingga hari ke-23 atau ke-24 pascabencana berjalan lancar. Salah satu indikatornya adalah tidak adanya tambahan korban jiwa akibat gempa susulan.
“Kesimpulannya Bapak Presiden, menurut kami BNPB hingga hari ke-24 atau ke-23 pascabencana, kegiatan tanggap darurat berjalan lancar,” kata Suharyanto.
Menurut Suharyanto, distribusi bantuan logistik juga tidak mengalami kendala berarti. Kebutuhan masyarakat dipantau secara berjenjang mulai dari RT, RW, desa, hingga kecamatan untuk kemudian dipenuhi melalui posko-posko logistik.
Kebutuhan dasar seperti listrik, komunikasi, BBM, air bersih, akses jalan, kesehatan, dan pendidikan secara umum telah kembali fungsional. Warga dengan rumah rusak ringan dan sedang juga mulai kembali ke kediaman masing-masing.
“Pasar-pasar ini sudah ramai, acara-acara keagamaan juga sudah berlangsung, termasuk juga acara-acara pernikahan, acara-acara sosial masyarakat ini juga sudah kembali pulih,” kata Suharyanto.
Pemulihan Ekonomi
Dalam rapat tersebut, Laka Lena juga meminta dukungan relaksasi bagi masyarakat terdampak yang belum mampu memenuhi kewajiban kredit kepada perbankan maupun lembaga keuangan nonbank, termasuk koperasi.
“Kami juga meminta relaksasi bagi masyarakat yang terdampak terkait dengan kehidupan ekonominya, karena mereka belum bisa membayar kredit-kredit bank ataupun lembaga-lembaga keuangan nonperbankan, di koperasi dan sebagainya,” ujar Laka Lena.
Ia mengatakan, Pemerintah Provinsi NTT terus berkoordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia, dan pemangku kepentingan lainnya untuk menyiapkan langkah pemulihan ekonomi Flores.
“Kalau ini bisa menjadi kebijakan bersama, mudah-mudahan bisa membantu masyarakat Flores bisa keluar lebih cepat dari situasi ini,” katanya.
Laka Lena juga meminta dukungan bagi relawan berupa vitamin dan trauma healing serta penguatan sarana transportasi, termasuk pesawat dan kapal, untuk mempercepat mobilisasi saat terjadi bencana.
BNPB menyebut Pemerintah Provinsi NTT telah mulai berkoordinasi untuk mempersiapkan berakhirnya masa tanggap darurat dan memasuki fase rehabilitasi serta rekonstruksi. Pemerintah memastikan proses pemulihan tetap berjalan dengan memperhatikan kebutuhan masyarakat dan fasilitas publik yang masih terdampak. (*)